Read and Share

Rabu, 11 Oktober 2023

Seni Mencintai Rasulullah SAW.

Gambar: viva.co.id

    Bulan Rabiul Awal seperti saat ini sering disebut oleh masyarakat Indonesia sebagai bulan maulid, yakni bulan dilahirkannya Nabi Muhammad saw. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya "Hawla al-Ihtifal bi Dzikr al-Maulid an-Nabawi as-Syarif" mengatakan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah hari raya. Tetapi menurut beliau Maulid Nabi Muhammad saw lebih agung dan lebih mulia daripada dua hari raya umat Islam, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. 

    Kenapa bisa demikian? kata beliau "Andaikan tidak ada kelahiran Nabi Muhammad saw., tentu, tidak akan ada pengutusan Muhammd saw. sebagai Rasul kepada manusia, jika tidak ada kerasulan, maka tidak akan diturunkan al-Qur'an, dan tidak akan ada peristiwa Isra' Mi'raj, tidak akan ada peristiwa Hijrah. tidak akan ada peristiwa kemenangan dalam perang Badar dan tidak akan ada pula penaklukkan kota Makkah. Semua itu berkesinambungan dengan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad saw. Artinya, maulid Nabi Muhammad saw. merupakan sumber dari semua kebaikan yang sangat besar".

    Sebagai rasa cinta keoada Nabi Muhammad saw, sepantasnya, pada bulan Rabiul Awal ini kita lebih banyak membaca shalawat untuk beliau. Apalagi, bershalawat kepada beliau merupakan perintah langsung Allah seperti firmannya (QS al-Ahzab 33:56) :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalwatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. 

    Banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. merupakan salah satu tanda kebaikan dari Allah kepada kita. sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn al-Jauzi dalam kitab "Bustanul al-Waidhin wa Riyadhu as-Samiin":

 إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَرَادَ بِعَبْدِهِ خَيْرًا، يسّرَ لِسَانَهُ للصَّلَاةِ عَلَى مُحَمَّدٍ

    Artinya: Sesungguhnya Allah jika menghendaki kebaikan kepada diri seorang hamba-Na, Dia akan memudahkan lisan hambanya itu untuk terbiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.

    Selain banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, selayaknya kita harus lebih meningkatkan lagi rasa cinta kita kepada-Nya. Apalagi, jika selama ini kita mengaku mencintai Allah SWT dan Al-Qur'an yang beliau bawa. Berhubungan dengan itu, Ibn Rajab dalam kitab "Tafsir Ibn Rajab" berkata: 

مِنْ عَلَامَاتِ حُبِّ اللهِ: حُبُّ القُرْآن. وَمِنْ عَلَامَةِ حُبِّ الْقُرْآن: حُبُّ مَنْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ القُرْآنُ؛ النبي

    Artinya: Diantara tanda cinta kepada Allah SWT adalah mencintai Al-Qur'an. di anatara tanda cinta pada al-Qur'an adalah mencintai manusia yang kepada beliaulah al-Qur'an diturunkan yakni Nabi Muhammad saw.  

    Tentu, cinta tidak cukup sekedar klaim semata, mengaku cinta itu membutuhkan bukti konkret. Bukti bahwa kita mencintai Allah SWT, al-Qur'an dan Nabi Muhammad saw. adalah dengan cara selalu bertakwa; menjalankan semua perintah Allah SWT, menjauhi semua larangannya, dan senantiasa meneladani Nabi Muhammad saw dalam seluruh aspek kehidupannya.  

0 komentar:

Posting Komentar