![]() |
| Gambar: viva.co.id |
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalwatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
Banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. merupakan salah satu tanda kebaikan dari Allah kepada kita. sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn al-Jauzi dalam kitab "Bustanul al-Waidhin wa Riyadhu as-Samiin":
إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَرَادَ بِعَبْدِهِ خَيْرًا، يسّرَ لِسَانَهُ للصَّلَاةِ عَلَى مُحَمَّدٍ ﷺ
Artinya: Sesungguhnya Allah jika menghendaki kebaikan kepada diri seorang hamba-Na, Dia akan memudahkan lisan hambanya itu untuk terbiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.
Selain banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, selayaknya kita harus lebih meningkatkan lagi rasa cinta kita kepada-Nya. Apalagi, jika selama ini kita mengaku mencintai Allah SWT dan Al-Qur'an yang beliau bawa. Berhubungan dengan itu, Ibn Rajab dalam kitab "Tafsir Ibn Rajab" berkata:
مِنْ عَلَامَاتِ حُبِّ اللهِ: حُبُّ القُرْآن. وَمِنْ عَلَامَةِ حُبِّ الْقُرْآن: حُبُّ مَنْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ القُرْآنُ؛ النبي ﷺ
Artinya: Diantara tanda cinta kepada Allah SWT adalah mencintai Al-Qur'an. di anatara tanda cinta pada al-Qur'an adalah mencintai manusia yang kepada beliaulah al-Qur'an diturunkan yakni Nabi Muhammad saw.
Tentu, cinta tidak cukup sekedar klaim semata, mengaku cinta itu membutuhkan bukti konkret. Bukti bahwa kita mencintai Allah SWT, al-Qur'an dan Nabi Muhammad saw. adalah dengan cara selalu bertakwa; menjalankan semua perintah Allah SWT, menjauhi semua larangannya, dan senantiasa meneladani Nabi Muhammad saw dalam seluruh aspek kehidupannya.









